Demo Site
SEJARAH KOTA SINGKAWANG RUMAH MARGA TJHIA SEMBAHYANG KUBUR
PASIR PANJANG SINKA ISLAND PULAU SIMPING
KERAMIK SAKOK

Thursday, December 2, 2010

Erupsi Gunung Merapi Purba di Singkawang

Kota Singkawang dibangun seluruhnya oleh suatu dasar/fondasi batuan granit dan granodiorit yang sangat luas. Kedua jenis batuan ini tersebar meluas, sehingga dapat diperkirakan bahwa seluruh kota Singkawang dan sekitarnya, bahkan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat sungguh dahulu sebagai dapur magma pada kedalaman ribuan meter dibawah tanah. Dapur magma merupakan tempat sumber magma, tempat memasak cairan liat, pijar mengandung silika, aluminium dan magnesium dengan panas hingga 2600oC. Kapan, bagaimana keadaan gunung berapi saat itu dan bukti-bukti nyata, dapat dikenali di seluruh wilayah kota Singkawang serta dapatkah diupayakan adakah pemanfaatan untuk membangun kota ini?

Secara morfologis, kota Singkawang memiliki wilayah hamparan, dataran berbukit, bukit terisolir, pesisir pantai, dan laut lepas sebagai aset bagi pemerintahan kota, telah menjadi modal dasar pemandangan yang indah bagi pengembangan potensi wisata. Saat ini gunung-gunung berbentuk kerucut atau semi-kerucut merupakan sisa proses pelapukan dan erosi permukaan pada tubuh gunung yang secara alamiah membentuk kemiringan lereng. Dengan dasar batuan atau fondasi, morfologi dan tutupan vegetasi tersebut, maka tingkat kerentanan/longsoran berada pada tingkat sedang sampai rendah, karena memiliki elevasi sekitar 250 meter di atas muka laut. Daerah sepanjang pantai kota Singkawang sangat mudah terjadi abrasi pantai karena laut pasang/rob dengan ombak besar.
Potensi yang ada dalam sektor pariwisata di Singkawang dikarenakan kondisi morfologis yang menjadi berpotensi untuk dikembangkan baik secara kualitas dan kuantitas yang lebih baik. Saat ini terdapat beberapa potensi pariwisata yang sudah dikembangkan, diantaranya objek bukit taman wisata Rindu Alam, dengan Sinka Island Park dan Sinka Zoo, Taman Bukit Bougenville, Taman Thidayu yang menempati di daerah berbukit. Ke arah laut lepas bisa dinikmati wisata pantai bukit Pantai Pasir Panjang, Pantai Pasir Pendek. Selanjutnya daerah dataran di pusat kota menjadi Pasar Hongkong dan Vihara Tri Dharma Bumi Raya, serta banyak lagi vihara tempat peribadatan.

Gunung Berapi Purba
Pada kedua pantai ini pula terdapat gundukan batu-batu hingga di tengah laut sekalipun, bahkan terdapat gunung-gunung di lepas pantai. Bagaimana merunut sejarah bebatuan tersebut? Apakah gunung-gunung tersebut aktif dan dapat meletus sebagaimana gunung-gunung di pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Maluku? Gunung-gunung dan dasar batuan yang terdapat di kota Singkawang bahkan menyebar hampir seluruh Kalimantan Barat dan perairan lepas pantai tersebut berupa batuan granit dan granodiorit, asal magma berjenis asam, namun kini telah mati total. Proses pelapukan granit secara terus menerus menghasilkan pasir kuarsa yang berwarna putih, menyerupai kristal gula pasir. Hasil pelapukan yang lebih lanjut lagi dari pasir kuarsa membentuk endapan kaolin, bahan baku pembuat keramik yang sangat kuat dan keras.
Sebagai dapur magma gunung api purba, kota Singkawang dan sekitarnya di beberapa tempat bisa dijumpai endapan emas placer, hasil pelapukan batuan granit. Hanya saja, nilai ekonomis endapan placer tersebut perlu diteliti lebih lanjut. Ini dimaksudkan agar penambang perlu diberikan pengarahan cara penambangan emas yang baik dan benar, tanpa menggunakan bahan kimia seperti larutan air raksa yang akan menamatkan semua kehidupan yang dilalui aliran sungai tersebut, bahkan hingga 30 sampai 50 tahun mendapat baru bisa dipulihkan keadaannya.
Salah satu potensi wisata yang dicontohkan sebagai gunung berapi purba adalah Taman Gunung Rindu Alam, yang sebagian telah dilengkapi dengan prasarana jalan hingga menuju ke puncak gunung. Di puncak udara semakin sejuk dan sudah tersedia tempat berteduh, kursi-kursi panjang untuk melepas lelah dan tangga menuju ke puncak gunung. Batuan granit dan granodiorit pembentuk gunung ini masih dapat dijumpai blok-blok besar dengan warna segar dan warna lapuk. Warna segar kedua batuan tersebut yakni putih berbintik hitam. Warna putih berupa kristal kuarsa yang sangat keras, bintik-bintik hitam merupakan mineral hornblende yang lebih lunak. Warna lapuk umumnya berupa tanah yang berwarna merah kotor. Tanah hasil lapukan lebih lanjut berwarna merah tua dan menjadi lumpur apabila bercampur air permukaan.
Sebagai pembangun gunung Rindu Alam, batuan granit dan granodiorit masif (padat, mampat) tersebut telah mati. Bentuk gunung berapi purba tersebut diperkirakan berumur paling tua sekitar 80 juta tahun lalu atau zaman kapur. Tentunya gunung ini dulunya juga mengalami letusan atau erupsi sebagaimana yang kita lihat saat ini di gunung Merapi di Jawa Tengah dan D I Yogyakarta. Terdapat bukti-bukti erupsi gunung api purba Rindu Alam yang dapat dilihat pada batuan yang berada di puncak gunung. Batuan tersebut berwarna abu-abu yang berlobang kecil dan merata kesemua permukaan, berdiameter antara 2 dan 5 milimeter. Batuan berlobang tersebut disebut sebagai hasil lava yang mengalir dari puncak kaldera/lobang kepundan. Lobang-lobang bekas keluarnya gas saat lava panas pijar bersuhu 1200 derajat celcius mengandung gas tersebut keluar dari permukaan atau lobang kepundan. Ketika lava mencapai permukaan gunung, suhu yang mendadak dingin di permukaan menyebabkan bagian luar lava segera membeku, namun di bagian dalamnya masih berupa cairan liat pijar serta banyak mengandung gas. Lobang-lobang tersebut tempat meletupnya gas-gas di permukaan lava, sehingga membatu dan membentuk batuan yang berlobang kecil. Lobang tersebut dikenal sebagai skoria (tempat keluarnya gas).
Gunung Sari di tengah kota membentuk morfologi kerucut, juga dibangun oleh batuan granit dan granodiorit tersebut menjadi aset wisata gunung kota Singkawang. Tak ayal, investor melihat potensi ini bisa dijadikan Rindu Alam, rindu alam lainnya. Dengan catatan, tidak banyak penebangan pohon berkayu di gunung-gunung tersebut. Ini merupakan upaya sehat selain untuk mempertahankan kesejukan udara, hijaunya kawasan wisata, terpeliharanya kelerengan dan terjaganya simpanan (cadangan) air tanah yang bersih dan sehat. Jadi lengkaplah bukti-bukti adanya gunung api purba yang terbentuk sekitar zaman kapur, membentuk dapur magma, dan hasil letusan gunung berapi. Adapun lobang kepundan atau kaldera berada di puncak gunung Rindu Alam. Ke arah lepas pantai, bisa dinikmati Pantai Pasir Panjang dan Pasir Pendek, merupakan deretan pantai yang bisa dilihat jelas dari gunung Rindu Alam. Kedua pantai ini sering berair keruh karena masuknya sedimen dari gunung-gunung sekitarnya yang dibawa oleh aliran air sungai permukaan. **

Oleh : DR. Premonowati, Dosen Pembimbing Latsitardanus XXXI, Dosen Prodi Teknik Geologi, UPN Veteran Yogyakarta. [sumber]

Friday, November 19, 2010

Warung Kopi Pontianak, Etalase Sosial Kalbar

KOMPAS/A HANDOKO
Suasana warung kopi Hijas di Jalan Hijas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (22/10) siang. Warung kopi adalah salah satu ciri khas Kota Pontianak yang mengambil peran sebagai ruang publik dan etalase sosial, tempat berkumpulnya semua lapisan masyarakat.


Sungai Kapuas pernah sibuk sebagai jalur transportasi air pada tahun 1960-an. Dari sana lahir tradisi minum kopi di sekitar Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat. Tempat rehat transportasi air itu lalu bersemi jadi penyangga kelas menengah di seluruh pelosok Kalbar.

Minuman kopi—dengan berbagai variannya—bahkan telah merambah ke kafe-kafe dan hotel-hotel berbintang di Pontianak. Warung kopi telah bermetamorfosis sebagai etalase sosial dan penggerak ekonomi masyarakat sekaligus.

Warung kopi di Pontianak adalah tempat berkumpul hampir semua kalangan dengan semua ragam karakternya. Riuh pembeli bisa dijumpai di hampir semua warung kopi di Pontianak, bukan hanya pada pagi atau siang, melainkan juga malam hingga hari berganti.

Pagi hari, orang datang ke warung kopi sebelum berangkat kerja atau masuk ke kantor. Siang hari, giliran para pekerja dengan mobilitas tinggi, seperti salesman dan pebisnis kelas menengah dan bawah yang memenuhi warung kopi. Malam harinya, orang-orang yang sudah suntuk dengan kesibukan siang hari melepas penat di warung kopi.

Jalan Gadjah Mada dan Jalan Tanjungpura merupakan pusat warung kopi di Pontianak. Selain toko-toko yang buka sejak pagi hingga dini hari, ada banyak pula warung kopi yang buka pada malam hari saja. Warung kopi juga mudah ditemui di pelabuhan dan pasar-pasar tradisional.

Pemilik Warung Kopi Winny, Heriwonoto (28), mengatakan, kebiasaan minum kopi di Pontianak sudah menggejala pada awal tahun 2000-an. Ketika itu orang mulai betah berlama-lama di warung kopi.

Melihat peluang itu, Heri mengubah warung kelontong milik orangtuanya, yang mulai sepi karena bertambahnya pasar swalayan, menjadi warung kopi. Winny lalu menjadi salah satu warung kopi terlaris di Jalan Gadjah Mada.

”Saya berangkat dari hobi minum kopi di beberapa warung kopi yang sudah ada dan melihat orang bisa betah berjam-jam ngobrol di warung kopi. Saya tangkap fenomena itu dengan menyediakan banyak meja bagi pembeli dan tidak membatasi jam duduk mereka,” tutur Heri.

Penyuka minuman kopi memang bisa menghabiskan waktu berjam-jam sambil ngobrol di warung kopi. Obrolan di warung kopi bisa mulai dari persoalan sehari-hari, isu terhangat, bisnis, hingga perbincangan politik.

Suraji (37) mengaku dalam sehari bisa beberapa kali memesan kopi di Djaja, warung kopi langganannya di Jalan Tanjungpura. ”Minum kopi sekaligus bisnis. Saya membeli dan menjual emas. Sering juga saya bertransaksi di warung kopi Djaja, tergantung kesepakatan dengan pembeli atau penjual,” kata Suraji.

Dari warung kopi bahkan bisa lahir keputusan-keputusan politik. Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi mengakui, obrolannya di warung kopi ketika menjadi anggota DPRD Kota Pontianak membuahkan peraturan daerah.

Bahkan, sejumlah strategi kampanye ketika mencalonkan diri menjadi wakil wali kota Pontianak berpasangan dengan calon wali kota Sutarmidji pada tahun 2008 dirumuskan oleh Paryadi di sebuah warung kopi.

Di Kota Pontianak, jumlah toko yang memang khusus menjadi warung kopi ada sekitar 100 buah. Namun, ada lebih dari 100 toko lain yang tak melulu menjadi warung kopi. Ada yang, misalnya, juga sekaligus menjadi warung makan.

Kopi bubuk yang diperlukan satu warung kopi bervariasi 1 kilogram-5 kilogram per hari, tergantung dari sedikit atau banyaknya pembeli yang datang. Kopi bubuk ini diperoleh para pengusaha warung kopi dari perajin yang menggoreng dan menumbuk kopi sendiri. Biji kopi berasal dari petani lokal, di antaranya dari Singkawang.

Kopi yang biasanya menjadi kesukaan masyarakat Pontianak adalah kopi hitam yang disaring ampasnya. Namun, ada pula yang suka kopi susu—campuran kopi hitam saring dan krim.

Makin ramainya warung kopi tak terlepas dari harga murah yang ditawarkan. Satu gelas kopi hitam saring rata-rata hanya Rp 2.500, sedangkan satu potong makanan ringan Rp 1.500. Dengan uang sedikit, pembeli puas berlama-lama. Slruuup....cleguk!

Warung kopi pun turut menggerakkan perekonomian Pontianak karena menampung pekerja tanpa pendidikan khusus, seperti lulusan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Di Warung Kopi Winny, Pontianak, misalnya, Heri menampung 18 pekerja yang kebanyakan berasal dari Kabupaten Landak, Bengkayang, dan Kubu Raya.

Kakak beradik Ite (25) dan Rika (18) yang bekerja di Winny mengakui bahwa warung kopi itu telah menyelamatkan perekonomian keluarga mereka. ”Mereka yang baru bekerja mendapat gaji Rp 450.000, bulan kedua naik menjadi Rp 500.000. Kalau yang sudah lama, bisa mencapai Rp 1,1 juta. Itu gaji bersih karena kebutuhan sehari-hari untuk makan dan tempat tinggal sudah saya tanggung,” tutur Heri.

Warung kopi juga biasa menerima titipan makanan ringan dan makanan tradisional. Satu warung kopi mendapat sedikitnya 10 jenis makanan ringan dari 10 pembuat kue yang berbeda.

Budayawan Tionghoa, Lie Sau Fat atau XF Asali, menuturkan, kebiasaan minum kopi yang kini ada di Pontianak awalnya dibawa oleh sejumlah mantan koki kapal-kapal besar China ke Kabupaten Sambas, Kalbar. ”Mereka adalah etnis Hainan,” tutur Asali.

Asali sudah menjumpai toko kopi di Pemangkat, Sambas, sekitar tahun 1942. Dari Sambas, kebiasaan warung kopi itu lalu diikuti oleh masyarakat di pesisir hingga Pontianak. ”Di Pontianak, tradisi minum kopi makin ramai sejak 1969.”

Namun, warung kopi juga pernah menjadi lahan prostitusi terselubung di daerah Sungai Raya, Pontianak, era tahun 1970-an. Tahun 1990-an, kawasan prostitusi itu dibubarkan.

Etalase sosial bernama warung kopi tidak hanya mengukuhkan perubahan sosial yang ada, tetapi juga berfungsi sebagai penyangga kekuatan sosial ekonomi masyarakat kelas menengah dan bawah di sana selama beberapa dekade.

Apa jadinya pedalaman Kalbar dan Pontianak tanpa jejaring warung kopi.

[Agustinus Handoko,sumber]

Saturday, October 23, 2010

Bak Pao Ping-Ping Shooting di Kota Singkawang

Masyarakat Kota Singkawang , Selasa (5 Oktober 2010), dengan antusias memadati depan Hotel Prapatan yang menjadi lokasi syuting film "Bakpao Ping-ping" karya sutradara Viva Westi.

"Ceritanya masih seputar tradisi Tionghoa yang masih sangat kental di Kota Singkawang ini," kata Viva Westi disela-sela syuting.

Singkawang bukan kota yang asing bagi sutradara kelahiran Manokwari tersebut.

Beberapa tahun yang lalu dia juga menggarap film "Wo Ai Ni" di Kota Singkawang dengan menghadirkan artis Leoni. Dan sekarang dia mencoba kembali untuk mengembangkan serta mengangkat adat dan budaya di Kota Singkawang melalui film "Bakpao Ping-ping".

Dijelaskan Viva, cerita film ini masih mengangkat mengenai tradisi amoi atau gadis asal Kota Singkawang yang mencoba mengadu nasib diluar negeri.

Ia menambahkan, hal itu karena selama hidup di Singkawang ia tidak mampu mengangkat perekonomian keluarga.

"Dipilihnya Singkawang dalam film ini, saya rasa Singkawang masih sangat kental dengan cerita amoi dan Tionghoa," jelasnya.

Didalam film ini, Viva mendatangkan empat orang artis dari Jakarta, sedangkan selebihnya menggunakan artis lokal Kota Singkawang.

Menurut Viva, kemampuan artis lokal Singkawang tidak kalah bagusnya dengan artis ibu kota.

Salah seorang warga Singkawang, Ayung, menyatakan pengambilan syuting film ini membuktikan Kota Singkawang sebagai kota pariwisata dan budaya.

"Kiranya film ini bisa menjadi alat promosi wisata Singkawang," katanya.

Antrian panjang kendaraan bermotor masyarakat yang ingin menyaksikan dari dekat pembuatan film itu cukup membuat kemacetan lalu- lintas.

Film itu rencananya akan ditayangkan di SCTV pukul 22.00 WIB tanggal 23 Oktober 2010.
[Sumber]

Tuesday, September 21, 2010

15.000 Ketupat Singkawang pecahkan rekor MURI

Acara Tumpahan Sallok di Mess Pemkot Singkawang, dengan pembagian 15 ribu ketupat kepada masyarakat, Minggu (19/9/2010), memecah rekor MURI.

Ketua MABM Kota Singkawang, Edy R Yacoub, mengatakan kegiatan Tumpahan Sallok merupakan kreativitas positif untuk mengembangkan budaya lokal. Budaya tersebut dinilai makin memudar di masa sekarang, sehingga harus diangkat kembali.

"Seiring dengan perkembangan jaman, makanan khas daerah sudah hampir terlupakan. Setiap Lebaran, makanan yang tersedia makanan kue. Tidak lagi ketupat, padahal ketupat makanan khas, nuansa daerah," jelas Edy R Yacoub, yang juga Wakil Wali Kota Singkawang.

Kegiatan tersebut sebagai upaya penggalian kembali tradisi daerah yang mulai tenggelam ditelan jaman. Terlebih nuansa tradisi lokal itu erat kaitannya dengan persatuan dan kesatuan.

Source : Tribun Pontianak

Wednesday, September 1, 2010

Rumah Melayu Singkawang Dianggarkan Rp700 Juta


Pembangunan Rumah Adat Melayu di Jalan Alinyang, Singkawang Barat, hingga saat ini masih terbengkalai meski telah dianggarkan sebesar Rp700 juta.

"DPRD Singkawang telah memasukkan biaya tersebut dalam APBD 2010," kata Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumian, Minggu.

Dia berharap dana itu dapat melanjutkan kembali pembangunan Rumah Adat Melayu tersebut.

Ia menjelaskan, tahun 2007 proyek pembangunan Rumah Adat Melayu itu mendapatkan anggaran sekitar Rp500 juta.

Namun dana tersebut tidak mencukupi karena saat dilakukan pembangunan harga bahan bangunan sudah melambung tinggi akibat krisis ekonomi.

Ia menambahkan, semua elemen masyarakat sangat mendukung pembangunan Rumah Adat Melayu di Kota Singkawang.

Dia berharap adanya tambahan dana dari APBD Singkawang sehingga pembangunan Rumah Adat Melayu itu dapat terus berjalan.

Menurut Anggota Komisi A DPRD Kota Singkawang itu, pemkot setempat sudah mendukung sepenuhnya terhadap pembangunan Rumah Adat Melayu karena semakin menambah kekayaan aset budaya di kota tersebut.

Sumian berharap dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan yang diperlukan. "Memang dana tersebut masih kurang untuk mewujudkan pembangunan Rumah Adat Melayu. Tetapi secara bertahap untuk tahun-tahun mendatang, diupayakan untuk dianggarkan kembali sesuai kemampuan keuangan daerah," katanya.

Dia menyadari semua pihak menginginkan agar pembangunannya dapat segera terwujud.

Pembangunan Rumah Adat Melayu di Kota Singkawang yang dimulai sejak Januari 2009 untuk sementara terhenti karena ketiadaan dana.

Ketua Pelaksana Pembangunan Rumah Melayu Kota Singkawang, Elmin, mengatakan dana bantuan dari Pemkot Singkawang yang diterima panitia pembangunan pada tahun 2007 yang lalu sebesar Rp500 juta.

Pada awalnya dana pembangunan itu untuk membangun pondasi dan pendirian tiang. Pembangunan baru dilakukan pada tahun 2009 dan harga barang bangunan naik. "Bantuan itu hanya bisa membangun pondasi," kata Elmin.

Sumber: http://oase.kompas.com/read/2010/08/31/01483224/Rumah.Singkawang.Dianggarkan.Rp700.Juta-5

Thursday, August 19, 2010

Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia


http://i178.photobucket.com/albums/w272/masmaman/benderaku.jpg
Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah.
Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.

dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.


Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.

baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.
http://www.vogelkoppapua.org/upload/press_release_1257324687.jpg


Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.

lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.



Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.


letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.

4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.
http://sibermedik.files.wordpress.com/2007/08/windowslivewriterusnsmercy.indonesiakapanpunya-9331indo11.jpg


Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.


6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.


Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.








Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi?

dialah INDONESIA!

untuk EXXON MOBIL OIL, FREEPORT, SHELL, PETRONAS dan semua PEJABAT NEGARA yang menjual kekayaan Bangsa untuk keuntungan negara asing, diucapkan TERIMA KASIH.


Sebuah cerita mungkin akan bisa menggambarkan indonesia saat ini silahkan disimak.

Judulnya Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia

Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".

Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.

Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.

Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."

Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "
Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2' di pemerintahannya)

Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 65 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.



"Indonesia tanah air beta
disana tempat lahir beta,
dibuai dibesarkan bunda,
Tempat berlindung di hari Tua...
HIngga nanti menutup mata"


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipifLc0xljg1vOAZl4WGIXsJMTFnBk9rJ9i_GLBCSVMNN5wTcvbL9_P-rUB6Km5kpG-0ok1unJ0pTJ6wUkvHJBg4b1MKFBFzjCajwJjHmmfs26sAQAa-xSM5x1jyAS11am0iwyszkrJ0XT/s400/merdekaku.gif
HIDUPLAH INDONESIA RAYA!!
Memperingati HUT RI ke 65 Tahun
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2010

MERDEKA....!!!











Wednesday, August 11, 2010

JADWAL PUASA RAMADHAN 1431 H TAHUN 2010 KOTA SINGKAWANG DAN SEKITARNYA


TglImsakShubuhTerbitDhuhurAshrMaghribIsya'
104:2004:3005:4611:4715:0917:4418:55
204:2004:3005:4511:4715:0817:4418:55
304:2004:3005:4511:4715:0817:4418:55
404:2004:3005:4511:4615:0817:4418:55
504:2004:3005:4411:4615:0717:4418:55
604:1904:2905:4411:4615:0717:4418:54
704:1904:2905:4411:4615:0717:4418:54
804:1904:2905:4311:4615:0717:4418:54
904:1904:2905:4311:4515:0617:4418:54
1004:1804:2805:4311:4515:0617:4418:54
1104:1804:2805:4211:4515:0517:4418:54
1204:1804:2805:4211:4515:0517:4418:53
1304:1704:2705:4111:4415:0517:4418:53
1404:1704:2705:4111:4415:0417:4318:53
1504:1704:2705:4111:4415:0417:4318:53
1604:1604:2605:4011:4415:0317:4318:53
1704:1604:2605:4011:4315:0317:4318:52
1804:1604:2605:3911:4315:0217:4318:52
1904:1504:2505:3911:4315:0217:4318:52
2004:1504:2505:3811:4215:0117:4318:52
2104:1404:2405:3811:4215:0117:4218:52
2204:1404:2405:3711:4215:0017:4218:51
2304:1404:2405:3711:4215:0017:4218:51
2404:1304:2305:3611:4114:5917:4218:51
2504:1304:2305:3611:4114:5917:4218:51
2604:1204:2205:3511:4114:5817:4218:50
2704:1204:2205:3511:4014:5717:4118:50
2804:1104:2105:3511:4014:5717:4118:50
2904:1104:2105:3411:4014:5617:4118:50
3004:1004:2005:3311:3914:5517:4118:50
:: Arah kiblat
Untuk Kota : Singkawang 0°53' LU 108°56' BT (GMT +7)
Arah kiblat: 292°29"24'
Jarak : 7844.767 Km
Sumber www.PKPU.or.id

Tuesday, June 1, 2010

KALI ASIN: SEJARAH KAMPUNG CINA TUA SINGKAWANG


Siang yang amat panas bikin badan jadi lemas, enerji cepat terkuras sengatan matahari. Apalagi pasir putih memantulkan cahaya sang surya ke atas, hingga keringat semakin deras mengucur. Bentangan pasir putih yang tebal memang bikin kaki makin berat mengayun. Namun bukan karena itu langkah mendadak berhenti.

Di depan, tampak seonggok kayu hitam yang separuh terbenam pasir. Di dalam kayu yang berongga itu tergolek sebuah tengkorak manusia berikut tulang-belulang. Mata pun otomatis menyapu daerah sekitar. Benar juga tak jauh dari situ berserakan pecahan-pecahan peti kayu yang berisi kerangka manusia.

Tak pelak lagi, ini tanah kuburan. Ditilik dari bentuk peti mati yang membulat dengan sudut melengkung, jelas bahwa itu adalah peti mati orang Cina yang oleh masyarakat Singkawang disebut “kon choi”. Peti ini dibuat dari kayu belian yang kuat dan tahan kikisan waktu.

“Kuburan itu paling lama usianya seratus tahun”, kata Budi Rijanto alias Liauw Hai Leng (51 tahun), pemilik pabrik keramik Tajau Mas di dusun Padang Pasir. Dusun ini termasuk Desa Sedau, Kecamatan Tujuhbelas, dan terletak sekitar 6 km di sebelah selatan Kota Singkawang. Kuburan yang dimaksud berada sekitar 100 meter di belakang pabriknya. “Kuburan itu dibongkar penduduk yang kerjanya mengambil pasir untuk bahan bangunan”, katanya lagi. Aneh juga, biasanya orang Cina punya tradisi kuat merawat makam leluhurnya. “Mungkin kerangka itu dulunya seorang imigran Cina yang datang ke sini dan tak punya sanak saudara”, kilah Liauw Hai Leng.

Kuburan yang relatif kuno serta nama Kampung Padang Pasir, yang kenyataannya memang ada hamparan pasir laut di tengah daratan, merangsang rasa ingin tahu tentang asal muasal tempat dan nama Singkawang. “Singkawang itu berasal dari kata Sang-KeuJong, artinya kuala dan gunung”, kata lelaki Cina itu menerangkan.

Setelah dicek pada kitab sejarah lokal milik pemda, Sang-Keu-Jong memang merupakan nama asal Singkawang. Namun kitab itu tidak menerangkan artinya. Meskipun demikian, pemyataan Liau Hai Leng mengandung kebenaran juga. Apalagi kalau dilihat geografi Singkawang terdiri dari dataran rendah daerah pantai yang dilingkungi bukit dan gunung. Antara lain Gunung Poteng (atau Keu Theu San, menurut bahasa Cina Kek) yang bentuknya seperti ibu jari. Satu bukti bertambah tatkala melihat kegiatan orang menggali tanah liat untuk mebuat keramik di belakang pabrik Tajau Mas. Kira-kira pada kedalaman 3 meter, para penggali sudah menemukan tanah laut.

Kaki pun kembali melangkah mengikuti jalan yang ditunjukkan Hu Tjhiung Fo. Kira-kira sepuluh menit menapaki jalan raya, di kejauhan terlihat kelenteng merah berdiri di atas “bukit” batu besar. Ada anak-anak tangga semen mendaki munuju kelenteng. Bangunan pemujaan ini tidak besar, pada dinding batu terpahat kepala singa. “Toh pe kong ini sekarang namanya Tri Dharma Bumi Raya dan papan namanya yang kini telah rusak menyebutkan angka tahun 1661 Masehi”, ujar Hu Tjhiung Fo. Kemudian ia mengisahkan legenda tentang kuil kuno itu. Dulu para pendeta santai duduk memancing di atas batu yang dibawahnya air lauL

Dan penduduk sekitar hidup membuat garam.

Dan memang.di bawah tangga semen terdapat alat penggiling garam yang terbuat dari batu berbentuk silinder bergaris tengah 50 cm.

Beberapa tahun yang lalu di sekitar Padang Pasir yang masuk daerah Tanjung Batu, penduduk melakukan penggalian dan menemukan sisa-sisa sampan kuno serta keramik Cina asal Dinasti Ming, kata Liauw Hai Leng sungguh-sungguh, meskipun Kanwil Depdikbud Singkawang menyatakann belum menerima laporan penemuan purbakala itu.

Hati jadi penasaran, maka langkah jadi ringan menelusuri daerah sekitamya, untuk mencari informasi tentang kepurbakalaan di sana. Tak terasa tibalah di Desa Kali Asin, sebuah kampung Cina yang letaknya 2 km di selatan Desa Sedau. Bukankah nama Kali Asin ada hubungannya dengan laut?

Dulu desa ini narnanya jam Tang, artinya lapangan garam”, kata Bapak A Tet (74 tahun), sesepuh kampung itu. “Menurui ceriteranya, daerah ini dulunya pantai tempat membuat dan menjemur garam”. Pantai yang ada sekarang letaknya 3 km di barat kampung yang dibelah oleh jalan raya Singkawang-Pontianak itu. Salah seorang penduduk, Hu Thiung Fo (35 tahun), menambahkan sewaktu ia membuat sumur pada kedalaman dua meter telah menemukan pasir laut dan airnya payau. “Kampung ini memang tanah kuno, tak jauh dari sini ada bukti-buktinya”, ajaknya antusias.

Sejarah Kota Singkawang memang tak bisa dipisahkan dengann orang Cina. Semua nama tempat, gunung dan sungai mempunyai nama yang berasal dari Cina; misalnya, Gunung Tanjung Batu yang dulu bernama Ha Sha Kok, atau Gunung Keu Theu San yang sekarang berganti nama menjadi Gunung Raya, atau Jam Tang yang kini menjadi Kali Asin, atau nama Kota Singkawang itu sendiri yang dulunya Sang-Keu-Jong.

Dalam sejarah memang disebutkan, sebelumnya orang Cina berpusat di Montrado, 40 km di sebelah tenggara Singkawang. Mereka mendirikan kongsi-kongsi dalam usaha penambangan emas di sana.

Sekarang hampir tidak ditemukan orang Cina di Montrado, habis tergusur sewaktu peristiwa PGRS / Paraku tahun 1967. Yang tinggal sekarang orang Melayu, Dayak dan Bugis berikut perusahaan penambangan emas milik pemerintah yang bekerja sama dengan perusahaan asing.

Bukti bahwa Montrado pemah menjadi pusat kegiatan orang-orang Cina, adalah tugu peringatan yang didirikan Belanda atas pertempurannya dua kali dengan orang-orang bermata sipit itu, yaitu tahun 1852-1854 dan 1914-1916.

Bukti-bukti lainnya, pecahan-pecahan keramik yang banyak tersebar di tanah Montrado, namun terabaikan. Untunglah ada seorang keramolog amatir, Ny. Marquerite Wyntje, istri pimpinan perusahaan, yang tekun mengumpulkan dan menyambung pecahan-pecahan itu menjadi utuh, maka terlihatlah mangkuk, piring, guci, pipa opium, wadah emas, kebanyakan berasal dari Dinasti Qing, Belanda dan lokal. Siapa tahu lewat beling-beling itu dapat dilihat perpindahan pusat kegiatan masyarakat Cina dari Montrado ke Singkawang.

Sang-Keu-Jong memang masih miskin dengan penelitian purbakala.

Warisan budayanya banyak yang masih terkubur, menunggu kedatangan ilmuwan menguak misteri tanah ini.

Nurhadi Rangkuti
Staf Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Friday, May 7, 2010

FESTIVAL BATU BALLAH 2010 SINGKAWANG





















MATERI FESTIVAL
Materi Festival berupa Lomba Lagu Daerah Kalimantan Barat yang dibagi menjadi 2 (dua) kategori peserta sebagai berikut:
Kategori Peserta Putra
Kategori Peserta Putri
Masing-masing kategori peserta wajib membawakan 1 (satu) lagu wajib dan 1 (satu) lagu pilihan sebagai berikut:
Kategori Peserta Putra
Lagu wajib : “Pinangkan aku” (lagu kab. Pontianak)
Lagu Pilihan:
- Mesjid Jami’ (Kota Pontianak)
- Sayangku (Kabupaten Landak)
Kategori Peserta Putri
- Lagu wajib : “Kaing Lunggi”

Lagu Pilihan:
- Sebuket Rama
- Epo Atiku Nanang Kotaku

(Catatan: bagi yang pernah menjadi juara pertama Festival Batu Ballah pada tahun-tahun sebelumnya, tidak diperkenankan kembali untuk mengikuti lomba).
Petunjuk teknis lomba download disini

Share On Facebook

Labels