Demo Site
SEJARAH KOTA SINGKAWANG RUMAH MARGA TJHIA SEMBAHYANG KUBUR
PASIR PANJANG SINKA ISLAND PULAU SIMPING
KERAMIK SAKOK

Friday, May 7, 2010

WISATA BAHTERA SINGKAWANG: LOMBA MANCING & FOTOGRAFI






















I.
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

1. W a k t u

Waktu penyelenggaraan kegiatan Wisata Bahtera dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu dari tanggal 29 s.d. 30 Mei 2010.

2. T e m p a t

Tempat Penyelenggaraan dilaksanakan di Lokasi Objek Wisata Taman Pasir Panjang Indah (TPPI), Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan (sebagai tempat start dan finish), perairan laut Kabupaten Bengkayang sebagai lokasi lomba memancing.

II. PERSYARATAN LOMBA MEMANCING SE NUSANTARA

-

Lomba Memancing se Nusantara ini terbuka untuk umum.

-

Kegiatan lomba memancing dilaksanakan pada tanggal 29 s.d. 30 Mei 2010.

-

Peserta Lomba Memancing adalah dalam bentuk tim.

-

Satu tim terdiri dari maksimal 5 (lima) orang.

-

Masing-masing tim menyiapkan 1 (satu) buah kapal motor beserta kelengkapannya.

-

Kapasitas kapal motor tidak dibatasi (bebas).

-

Lokasi kegiatan memancing dilakukan diperairan Pulau Lemukutan, Pulau Kabung, Pulau Penata Besar, Pulau Penata Kecil dan sekitarnya (maksimal 3 mil dari perairan tersebut), dengan mengambil start di lokasi Taman Pasir Panjang Indah (TPPI) Kelurahan Sedau, Kec. Singkawang Selatan pada tanggal 29 Mei 2010 jam 09.00 WIB.

-

Kapal yang telah dipersiapkan oleh peserta harus sudah tiba di lokasi TPPI paling lambat tanggal 29 Mei 2010 jam 08.00 WIB (sebelum acara pelepasan).

-

Kapal yang akan digunakan untuk lomba, akan diperiksa terlebih dahulu oleh panitia utk memastikan apakah terdapat hal-hal yang bisa menimbulkan kecurangan.

-

Peserta tidak dibenarkan memancing di tempat lain (misalnya di bagan), selain berada di kapal motornya masing-masing.

-

Jumlah mata pancing untuk 1 (satu) benang adalah maksimal 3 (tiga) mata pancing.

-

Peserta harus sehat jasmani dan rohani (tidak memiliki / mengidap penyakit yang dapat membahayakan peserta itu sendiri).

-

Peserta wajib menyiapkan peralatan keselamatan di laut seperti: life jaket, pelampung, dll.

-

Hasil tangkapan memancing harus tercatat melalui petugas di kapal motor yang telah ditunjuk, dan dilaporkan kembali setelah waktu pelaksanaan selesai.

-

Peserta diberikan kebebasan untuk menggunakan peralatan pancing yang dikehendakinya.

-

Jenis ikan tangkapan yang diperlombakan terdiri dari 4 (empat) katagori, yaitu:


a.

Katagori I : tenggiri, talang-talang, barakuda;


b.

Katagori II : kakap putih, senggerat, kakap merah, gulama hitam, seminyak;


c.

Katagori III : kurau, senangin, manyok;


d.

Katagori IV : kerapu, ekor kuning.

-

Perhitungan pemenang lomba adalah berdasarkan bobot ikan terberat per ekor pada masing-masing katagori.

-

Penimbangan dilakukan oleh tim juri selambat-lambatnya jam 12.00 WIB tanggal 30 Mei 2010 di lokasi Taman Pasir Panjang Indah (TPPI) Singkawang.

-

Ikan yang ditentukan oleh tim juri sebagai pemenang lomba (juara I, II, dan III) akan menjadi milik panitia.

-

Hasil tangkapan tim lainnya yang tidak memenuhi kriteria penilaian, tetap menjadi milik tim yang bersangkutan.

-

Keputusan tim juri mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.

III. HADIAH PEMENANG LOMBA MEMANCING SE NUSANTARA

Untuk penyediaan hadiah bagi pemenang masing-masing katagori adalah sebagai berikut:

- Juara I : Rp. 4.500.000,00 x 4 = Rp. 18.000.000,00

- Juara II : Rp. 3.500.000,00 x 4 = Rp. 14.000.000,00

- Juara III : Rp. 2.750.000,00 x 4 = Rp. 11.000.000,00

JUMLAH = Rp. 43.000.000,00

IV. PERSYARATAN LOMBA FOTO SE NUSANTARA

-

Lomba Foto se Nusantara ini terbuka untuk umum.

-

Kegiatan Lomba Foto dilaksanakan tanggal 29 - 30 Mei 2010 dengan mengambil lokasi pada obyek wisata yang terletak di sepanjang garis pantai yang ada di Kota Singkawang, seperti Taman Pasir Panjang Indah/TPPI, Palm Beach, Sinka Island Park/Rindu Alam/Pasir Pendek/Pulau Simping.

-

Peserta Lomba Foto dalam bentuk perorangan.

-

Peserta menyiapkan kamera foto masing-masing.

-

Obyek foto difokuskan pada landscape pemandangan obyek wisata sebagaimana tersebut di atas.

-

Peserta diberikan kebebasan menggunakan berbagai kamera foto.

-

Hasil foto yang akan disampaikan kepada tim juri adalah hasil foto yang dilaksanakan pada tanggal 29 - 30 Mei 2010.

-

Masing-masing peserta menyerahkan 2 (dua) lembar foto ukuran 8 r disertai soft copy foto.

-

Peserta tidak diperkenankan melakukan olah digital yang ekstrim terhadap hasil foto, yang diperbolehkan hanya sebatas:

· crooping;

· resize dan rotasi;

· desaturasi;

· pengubahan warna, gelap terang, dan kontras yang bertujuan untuk memperbaiki warna dan kontras, sehingga mendekati kondisi alami.

-

Hasil cetak foto beserta soft copynya harus sudah diterima panitia paling lambat tanggal 30 Mei 2010 jam 10.00 WIB, di Sekretariat Panitia (TPPI) Singkawang.

-

Hasil foto yang diikutsertakan dalam lomba menjadi hak panitia.

-

Kriteria penilaian hasil lomba foto adalah:

· keaslian ide (orisinalitas);

· kreativitas;

· kecocokan tema;

· keunggulan teknis;

· estetika.

-

Pengumuman pemenang pada tanggal 30 Mei 2010 di TPPI.

-

Keputusan tim juri mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.

V. HADIAH PEMENANG LOMBA FOTO SE NUSANTARA

Sedangkan untuk penyediaan hadiah Lomba Foto adalah sebagai berikut:

- Juara I : Rp. 2.500.000,00 x 1 = Rp. 2.500.000,00

- Juara II : Rp. 1.500.000,00 x 1 = Rp. 1.500.000,00

- Juara III : Rp. 1.000.000,00 x 1 = Rp. 1.000.000,00

JUMLAH = Rp. 5.000.000,00

Hadiah yang harus dipersiapkan bagi pemenang di kedua perlombaan sebagaimana tersebut diatas adalah: Rp. 43.000.000,00 + Rp. 5.000.000,00 + trophy dan sertifikat, yang diberikan kepada masing-masing peserta, dengan total hadiah secara keseluruhan sebesar Rp. 50.250.000,00

FORMULIR PENDAFTARAN KEGIATAN WISATA BAHTERA 2010

LOMBA MEMANCING SE NUSANTARA

DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAH RAGA

KOTA SINGKAWANG

NOMOR

REGISTRASI


NAMA TIM

: ………………………………………………………………………

KETUA TIM

: ………………………………………………………………………

ANGGOTA

: ………………………………………………………………………


: ………………………………………………………………………


: ………………………………………………………………………


: ………………………………………………………………………

ALAMAT

: ………………………………………………………………………

NO.TLP/HP

: ………………………………………………………………………

TANGGAL

: ……………………

Tanda tangan

: ………………

CONTACT PERSON : TEDDY Y W ( 085245069910)

Formulir pendaftaran ini harap diisi dan dikembalikan ke :

Panitia Penyelenggara Kegiatan Wisata Bahtera 2010 – Disbudparpora Kota Singkawang

Jl. Firdaus Singkawang – 79123. Telp. (0562) 631423.

WWW. Tourism-Pastikesingkawang.Com

Seluruh Peserta wajib Menyerahkan Fotocopy KTP Sebagai Syarat Asuransi Jiwa

Paling akhir dikembalikan pada tanggal 28 Mei 2010.

Harap diisi dengan huruf cetak dan selengkap mungkin.

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

NAMA TIM

:

………………………………………………




No. KTP/SIM KETUA TIM

:

………………………………………………




ALAMAT

:

………………………………………………






………………………………………………




NO. TLP / HP

:

………………………………………………

Dengan ini kami dalam tim membuat pernyataan sebagai berikut :

1. Bahwa benar kami bersedia mengikuti seluruh ketentuan Panitia Pelaksana Wisata Bahtera (Lomba Memancing);

2. Bahwa nantinya terjadi kehilangan, kerusakan barang-barang bawaan / titipan, kami tidak akan menuntut penggantian dari pihak Panitia Pelaksana Wisata Bahtera (Lomba Memancing);

3. Bersedia menerima segala keputusan Dewan Juri Lomba Memancing dalam penentuan pemenang lomba, keputusan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat.

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Singkawang, 2010

Yang membuat Pernyataan,




Materai 6000



_________________________

FORMULIR PENDAFTARAN KEGIATAN WISATA BAHTERA 2010

LOMBA FOTO SE NUSANTARA

DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAH RAGA

KOTA SINGKAWANG

NOMOR

REGISTRASI


NAMA PESERTA

: ………………………………………………………………………

ALAMAT

: ………………………………………………………………………

NO.TLP/HP

: ………………………………………………………………………

TEMA FOTO

: ………………………………………………………………………

OBYEK FOTO

: ………………………………………………………………………

LOKASI FOTO

: ………………………………………………………………………

LAIN-LAIN

: ………………………………………………………………………


: ………………………………………………………………………


: ………………………………………………………………………


: ………………………………………………………………………

TANGGAL

: ……………………

Tanda tangan

: ………………

CONTACT PERSON : TEDDY Y W ( 085245069910)

Formulir pendaftaran ini harap diisi dan dikembalikan ke :

Panitia Penyelenggara Kegiatan Wisata Bahtera 2010 – Disbudparpora Kota Singkawang

Jl. Firdaus Singkawang – 79123. Telp. (0562) 631423.

WWW. Tourism-Pastikesingkawang.Com

Paling akhir dikembalikan pada tanggal 28 Mei 2010.

Harap diisi dengan huruf cetak dan selengkap mungkin.

PENTING

Visitors, untuk informasi selengkapnya silahkan kepada CP : Teddy YW (+62 852 450 69910), dan untuk pengiriman biaya pendaftaran dapat langsung ke Bank BCA Singkawang a.n : Teddy YW dengan No. Rek. 817 037 8301, Peserta wajib mengirimkan bukti setoran pendaftaran sebesar Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah) sekaligus formulir pendaftaran lewat jasa Taxi yang ada seperti Antya, Tegar Pratama, atau lainnya dengan tujuan Kepada Teddy YW, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kota Singkawang, Jl. Firdaus dan segera menghubungi yang bersangkutan untuk menginformasikan pengiriman bukti setoran telah dikirim lewat taxi jam sekian..atau dapat menghubungi 0562 631423 (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang) untuk informasi selanjutnya.

Formulir pendaftaran juga dapat dikirim kembali lewat email: Teddy_Tourism@yahoo.co.idAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Wednesday, May 5, 2010

Batik Tionghoa, Dayak, Melayu Jadi Magnet Bagi Pengunjung

Selain kuliner Singkawang yang menggugah selera, pengunjung yang datang ke perhelatan Little Singkawang di Salihara, Jakarta Selatan juga bisa melihat keunikan batik Tidayu. Seperti apa?


DINAMAKAN Tidayu, karena motif yang tergambar dalam kain tersebut adalah perpaduan simbol-simbol Tionghoa, Dayak, dan Melayu yang menjadi suku besar yang ada di Singkawang, Kalimantan Barat.Batik yang satu ini memang bisa dikatakan unik. Memang tidak bisa murni dikatakan batik, karena pembuatannya tidak menggunakan earning seperti pada batik di Pulau Jawa. Yang menjadi unik adalah bagaimana kain itu pada akhirnya merefleksikan simbol-simbol Tionghoa, Dayak, dan Melayu.

"Kami namakan Tidayu karena merupakan paduan antara simbol khas Tionghoa, Dayak, dan Melayu," tegas Emma Hasan Karman, isteri Walikota Singkawang Hasan Karman,dalam pembukaan pameran foto Singkawang; Jade of Equalor, akhir pekan lalu.Spontan, pengunjung yang ada hadir langsung penasaran, seperti apa motif Tidayu yang dimaksud. Jadilah mereka berbondong-bondong turun ke lantai dua, tempat dimana batik itu dipamerkan."Kira-kira kalau order bisa sampai ke Jakarta-nya kapan yah?" tanya seorang ibu kepada petugas penjaga ruang pameran. Usut punya usut, temyata sang ibu bernama Karen. Dia sangat tertarik untuk mengenakan batik itu dalam even tahun baru Imlek mendatang.

Dengan penuh keragu-raguan, wanita penjaga ruang pameran mengaku kurang paham mengenai waktu pengiriman. Antusias yang sama juga terlihat di wajah Vivi Gunawan.seorang wanita berusia 20 tahunan.Dia mengaku tertarik untuk mengorder beberapa kain batik tidayu. "Di pikiran saya, motifnya pasti beragam dan unik. Makanya, walaupun belum lihat, tapi saya sangat tertarik antuk mengorder. Untuk dipakai sendiri." ucapnya santai.Beberapa ragam bai!1 Tidayu dikenakan beberapa orang minJel. Ada yang didominasi warna merah, ada yang warna coklat, dan juga berwarna merah agak oranye. Masing-masing corak merupakan perpaduan simbol Tionghoa dengan liongnya, kemudian Dayak dengan ukiran khasnya, dan kipas serta model kayu ukiran melayu melekat di atas bahan kain "Temyata memang unik. Apalagi, bila dibuat baju desain cheongsam, dipadu dengan kalung khas dayak, lengkap deh aksesori tidayunya." tutur Vivi lantas tersenyum. (*)


sumber: http://bataviase.co.id/detailberita-10564501.html

Friday, April 30, 2010

RUMAH KUNO MARGA TJHIA ( BERUSIA LEBIH DARI 1 ABAD



Sebuah bangunan ala Tiongkok kuno terletak di belakang deretan bangunan ruko baru JI. Budi Utomo, Singkawang. Tepatnya rumah No.36 ini di ujung jalan menuju tepi sungai. Di antara bangunan baru begitu banyak dalam kota Singkawang, bangunan tersebut masih kokoh berdiri selama ratusan tahun sampai sekarang. Bentuknya yang mirip “Si he yuan” (bangunan khas Tiongkok utara) ini justru memberikan kesan bersahaja dan sedikit kesuraman karena terkikis hantaman cuaca selama ratusan tahun.


Sebuah bukti nyata bersejarah yang mencatat leluhur orang Tionghoa turut membangun negara Indonesia yang indah permai dan subur ini sejak zaman dulu dengan susah payah, bergotong-royong dan gigih tanpa pamrih.

Lebih seratus tahun silam, karena terjadi kelaparan sangat parah akibat bencana alam dan ulah manusia, desa Jian Mei, Kabupaten Hai Cang, sebuah desa kecil pesisir kota Amoy, Fujian Tiongkok. Seorang petani remaja bernama Xie Shou Shi (dialek Singkawang: Chia Siu Si) tidak sudi mati kelaparan tanpa berusaha. Lalu memutuskan mengarungi lautan bersama beberapa teman sekampung halaman menuju Asia Tenggara, mencari kehidupan baru demi diri sendiri, keluarga maupun kampung halaman.

Dalam perjalanan yang penuh resiko tenggelam dan hidup atau mati di lautan luas, dengan hanya berbekal tekad dan kepercayaan diri mereka terdampar di semenanjung Malaya (kini Malaysia). Mereka bekerja di rumah seorang berada sebagai kuli, sebenarnya sudah bersyukur dapat tempat terlindung namun tidak berselang lama terjadilah peristiwa kerusuhan. Mau tidak mau, Xie bersama beberapa kuli melarikan diri dengan perahu layar dan akhirnya tiba di Sungai Singkawang yang ketika itu dikuasai Belanda.

Kota Singkawang pada seratus tahun lalu masih merupakan dusun kecil sunyi sepi yang belum digarap, penuh hutan belantara namun berpenduduk minim. Belum ada jalan raya, yang ada hanya jalan tikus menghubungkan beberapa gubuk yang langka. Transportasi hanya mengandalkan sepeda dan pedati, sebuah sungai yang mengalir di tengah-tengah “kota” merupakan jalur utama satu-satunya untuk pengangkutan materi ke dunia luar.

Setelah tiba di tanah subur ini dalam hati Xie berkobar lagi harapan kehidupan yang membara. Dia berkhayal malah seolah-olah sudah melihat hari depan yang cerah. Walau dalam kondisi serba kekurangan, hanya dengan keyakinan dan kecerdasan beserta kedua tangannya yang giat bekerja, dia berusaha keras mengarap tanah tidur mulai subuh hingga malam. Dalam waktu relatif singkat, dia diakui dan didukung saudara-saudara suku lain dan penguasa Belanda setempat.

Dia berhasil menanam fondasi usaha awal yang kokoh. Belantara tidur semula sudah disulap menjadi beberapa kebun karet, kebun kelapa maupun kebun buah-buahan. Selain mengembangkan palawija yang bernilai ekonomis, bahkan sudah mendorong perkembangan ekonomi setempat. Meningkatkan pendapatan semua orang yang terlibat dan menyejahterakan kehidupan masyarakat pada umumnya. Kemudian Xie berhasil membangun suatu armada, mengangkut hasil bumi maupun produk hasil dan kebun karet dan kebun kelapa menuju Singapura sebagai komoditi ekspor.

Seiring perkembangan ekonomi pertanian dan perkebunan dengan pesat di Singkawang, mengakibatkan penambahan tenaga kerja dengan cepat pula. Sebuah dusun kecil yang tandus kini sudah menjadi bandar dagang yang ramai manusia berlalu lalang dengan kegiatan. Xie Shou Shi sudah menjadi seorang tersohor dan penting di mata masyarakat maupun pejabat setempat.

Pada tahun 1901 setelah dapat tanah hibah dari pejabat pemerintahan koloni Belanda, Xie mendatangkan arsitek dari kampung halaman di Fujian, membangun sebuah rumah besar di pesisir sungai yang penuh kesibukan transportasi sungai. Hingga kini rumah besar yang dikenal sebagai rumah besar Hiap Sin ini merupakan bangunan ala kombinasi timur barat satu-satunya yang tertua dan masih berdiri kokoh di kota Singkawang.

Dalam kondisi ratusan tahun silam, alat pembangunan waktu itu tentu berbeda jauh dengan masa sekarang. Berdirinya bangunan yang bak kastil ini sepenuhnya dirampungkan tukang dengan gigih dan susah payah dengan hanya mengandalkan peralatan sederhana dan kecerdasan. Di samping itu juga bangunan tradisional Tionghoa bercorak ala kombinasi timur barat, boleh dikatakan sebagai hasil kawin teknologi pembangunan corak ketimuran dan kebaratan. Semua bahan bangunan dari kayu, bahkan atap sirap pun dibuat dari belahan tipis kayu ulin.

Bangunan besar dengan luas lebih dari 5000 m2 ini berdudukan posisi timur menghadap ke arah barat, berlantai dua di pintu utama dan kedua sisinya. Sebuah bendungan besar di sisi sungai yang sangat penting untuk lalu lintas menuju laut, membangun pula sebuah dermaga bongkar muat barang di sana. Pesisir sungai sekitarnya dibendung dengan kokoh.

Rumah besar ini memiliki dua ruangan besar bagian depan dan belakang yang penuh ornamen dan ukiran maupun kaligrafi berwarna emas di setiap ambang pintu. Tulisan “Bao Shu” tergantung di tengah-tengah ruangan lantai dua. Tulisan “Jing Xing” dan “Qing Yun” terpampang di kiri-kanannya sedangkan di kiri kanan pintu lantai satu masih ada tulisan “Pei Lan” dan “Yu Zhu”. Sisi kiri tertulis “Ju Ren” dan sisi kanan “You Yi” di bagian belakang ruangan depan.

Dalam ruangan depan tersusun satu set meja kursi berkesan sangat mewah dengan ukiran dan tatahan nirmala ala Tiongkok. Fungsinya untuk menerima tamu pejabat setempat dan tokoh masyarakat maupun pengusaha. Sebuah taman bunga kecil memisahkan bagian ruangan depan dan ruangan belakang. Tulisan “Jian Long” berwarna emas terpampang di tengah-tengah pintu masuk, diiringi sepasang Duilian ukiran kilap gemilau di dua sisi, tulisan masing-masing tertera di atasnya.

Ruangan belakang merupakan altar abu leluhur, terpajang patung Buddha dan dewa beserta papan nama para leluhur. Seperti ruangan depan, terdapat pula sebuah taman kecil di bagian belakang ruangan, mengelilingi belasan kamar tidur bagian barat yang tersusun dalam bentuk alfabet U. Tempat istirahat anak cucu keluarga Xie terletak di sana. Sebuah koridor menghubungkan semua Kamar tidur dan ruangan depan belakang agar bebas dari sengatan matahari dan curah hujan. Kedua sisi koridor dihiasi ornamen berbagai corak menciptakan pandangan yang pesona.

Bangunan nuansa antik yang didirikan Xie Shou Shi (alias Xie Zhong Shou, Xie Shou, Xie Feng Chen), sang leluhur perintis pertama marga Xie di Singkawang, sudah berumur 105 tahun namun masih berdiri kokoh. Hingga kini sudah menjelang tujuh generasi masih menetap di situ dan meneruskan dan generasi ke generasi. Demi memelihara harta benda leluhur dan melestarikan benda bersejarah budaya corak original Tionghoa, sekaligus merespon kebijakan Pemkot Singkawang yang menetapkan kota Singkawang sebagai pusat kebudayaan Tionghoa untuk mengembangkan industri pariwasata setempat.

Tahun 2002, marga Xie yang bermukim di Singkawang dan terpencar di berbagai daerah mengukuhkan jajaran “Dewan Pengelola Dana Rumah Leluhur Xie Xie Sheng” yang didirikan 1982, sekaligus menyelenggarakan kegiatan peringatan 101 tahun berdirinya rumah tersebut. Dengan harapan anak cucu akan berbakti dan mentaati wejangan leluhur dan meneruskan dan mengembangkan tradisi
maupun prestasi yang Iebih cemerlang.

Sunday, April 11, 2010

Pusat Industri Keramik "Sakok"



























Place: Sentra kerajinan keramik 'SINAR TERANG'.
Photo by: izy

Wednesday, April 7, 2010

Air Terjun Sibohe

Air terjun sibohe dan kolam renang bidadari berada di desa pejintan singkawang timur, kurang lebih 6 km dari kota singkawang. Keindahan air terjun pada jam 13.00 sinar matahari masuk ke kolam tersebut yang kiri kanannya ada batu dan akar pohon setinggi 9 m dengan lebar kolamnya seluas 18 M persegi, melahirkan warna merah yang indah..Datanglah ke Kota Singkawang...nikmati mandi di air terjun tropis Singkawang, Kalimantan Barat.

Monday, April 5, 2010


Taman Rekreasi BUKIT BOUGENVILLE merupakan objek wisata yang menawarkan pesona keindahan alam dan keindahan berbagai jenis tanaman. Lebih dari 42 varietas bunga Bougenville tumbuh dan dikembangkan disini, ditambah beraneka-ragam jenis tanaman hias lainnya termasuk anggrek-anggrek spesies khas Kalimantan.

Terletak di kelurahan Sijangkung, kecamatan Singkawang selatan; 07 kilometer arah selatan kota Singkawang, Kalimantan Barat, Taman Rekreasi Bukit Bougenville dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 15 menit berkendaraan.

Dengan desain-desain natural yang menyatu dengan alam, kami coba menghadirkan nuansa berekreasi yang berbeda untuk anda.

Berlokasi dilembah, menghadap ke arah gunung Passi serta dikelilingi alam pedesaan yang asri, Taman Rekreasi Bukit Bougenville menawarkan keindahan alam yang sangat menyejukan bagi anda dan keluarga. Disini anda dan keluarga dapat menikmati sejuknya hawa perbukitan, keindahan beragam jenis bunga dan tanaman-tanaman hias, serta keanekaragaman anggrek-anggrek spesies khas Kalimantan Barat, diantaranya Anggrek Hitam Kalimantan; beragam jenis Nephentes atau yang biasa kita sebut kantung semar, anggrek Kuping Gajah serta jenis-jenis flora lainnya yang ditata dengan apik dan menawan, memberikan kesan sejuk dan tenang.

Friday, April 2, 2010

Gunung Poteng


Gunung Poteng adalah salah satu kawasan yang termasuk dalam hutan Cagar Alam Raya Pasi dengan luas 3.700 ha yang telah ditetapkan sesuai SK Menhut Nomor 111/Kpts-II/1990 pada tanggal 20 Mei 1978 ini memiliki beraneka ragam pesona alam yang indah. Di kawasan inilah tempat tumbuhnya bunga rafflesia tuan mudae, anggrek singkawang (Dendrobium Singkawangense), bunga law belacan (Rhizanthes Zippelii)serta berbagai jenis fauna seperti beruang madu, trenggiling dan landak. Gunung Poteng adalah tempat wisata alam yang sangat menarik untuk di kunjungi serta sering menjadi media untuk para pendaki dan penjelajah hutan mengekspresikan hobi bertualangnya. Dulunya, Gunung Poteng yang letaknya hanya 9 kilometer sebelah timur Kota Singkawang ini kondisinya masih dalam keadaan alami. Namun, saat ini sejumlah kerusakan ekosistem dan habitat terjadi di kawasan tersebut yang disebabkan penebangan yang dilakukan secara ilegal tanpa memikirkan dampak sosialnya bagi kelangsungan mahluk hidup lainnya.Selain itu, kurangnya perhatian terhadap kawasan Gunung Poteng, membuat pengunjung kurang betah berlama-lama, seperti rusaknya infrastruktur jalan menuju lokasi dan sarana pendukung lainnya untuk pengembangan kawasan. Sehingga hal ini menjadi agenda Pemkot Singkawang untuk lebih memperhatikannya.Sebab keaslian alam serta keunikan yang terdapat di kawasan tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor untuk menanamkan modalnya yang dapat menimbulkan multiplier effect bagi pembangunan daerah sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud.

Share On Facebook

Labels